Posts

Showing posts with the label Cerita Anak

Ritual 'Sabar'

"Sabar, Tio." "Sabar, Tio." Ibu selalu mengulangnya berkali-kali, tapi tidak lagi membuatku jengkel, kalimat itu telah menemaniku bahkan sejak aku belum mengenal aksara, apalagi mengenal makna. Tio hanya coba menghubungkan mainan yang tidak kunjung dibelikan dengan kata 'sabar', menghubungkan nasi yang lama sekali berada dalam dandang, sementara perutku sudah keroncongan dengan kata 'sabar', menghubungkan nasi yang sedikit dan dibagi beberapa piring, padahal perutku masih sangat lapar dengan kata 'sabar'. Kata sabar selalu berbalut dengan senyum teduh Ibu, dengan gerakan tangan yang mengelus dada dan aku yang merengek berganti melongo menatap Ibu dan mulai memelankan suara, tanganku menirukann gerakan tangan Ibu dan mendadak melupakan keinginanku. "Tidak semua yang kita inginkan harus terpenuhi sekarang ya, Nak. Selalu ada keadaan yang membuat kita harus bersabar menunggunya" Kalimat itu terlontar di depanku dengan Ibu ...

Handphone Baru Mbak Denis

Suara kegirangan sayup-sayup terdengar, suara yang bersumber dari ruang tamu itu adalah suara mbak Denis, saudara tertuaku. Kemarin saat penerimaan raport, mbak Denis dengan senyum mengembang menunjukkan hasil belajarnya pada Bapak, sementara Bapak merespon itu dengan mencium kepala mbak Denis. Hal yang sama juga sering dilakukan padaku, meskipun raportku pada beberapa mata pelajaran memperoleh angka tujuh, angka yang bagiku memalukan dan ingin membuatku menangis semalaman, apalagi dengan membayangkan susah payahnya aku belajar seharian. Pagi itu aku yang masih ngantuk, mencari sumber suara dan mendapati Bapak, Ibu dan mbak Denis berkumpul di ruang tamu. "Lho, Tio baru bangun. Belum salat subuh berarti. Ayuk, Nak salat subuh dulu." Ibu yang menoleh ke arahku, kemudian menuntunku yang masih setengah sadar itu ke kamar mandi. "Mbak Denis ketawanya kenceng, aku jadi kebangun," protesku pada Ibu. "Harus bilang makasih sama mbak Denis, coba suara mbak Den...