Sebelum Terlanjur Jauh
Selamat terjebak dalam kotakku, sebuah tempat yang rentan sakit hati dan bosan, kau akan lebih banyak mendengarkanku bercerita tentang rinduku pada Ibu, atau pada kenangan-kenangan terdahulu, yang bahkan sampai perjumpaan kita, aku masih meletakkan kenangan itu sebagai satu-satunya hal yang menyita pikiranku. Mungkin suatu ketika kau akan bosan, karena itu-itu lagi yang menjadi bahasan dalam setiap kali chat atau perjumpaan. Kaupun akan bingung mengatakan kalimat apa lagi selain 'sabar dan terus doakan Ibu', padahal aku tidak ingin memintamu berpikir lebih soal ini, bahkan ratusan kali kau ucapkan kalimat yang sama tidak jadi masalah buatku, lebih penting dari itu adalah kesediaanmu mendengarkan apa-apa yang kucurahkan. Aku tidak ingin egois dengan semua ini, maka sebelum semuanya terjadi, akan kuberikan pilihan, mau tetap melanjutkan apa yang sudah jadi pilihanmu dengan resiko itu, atau berhenti sebelum suatu saat kau menjadi asing dan mendadak suka marah-marah karena hal...